KOTA MALANG - Portal jtv — Perum Jasa Tirta I (PJT I) secara resmi meluncurkan Selorejo Run Challenge 2026, sebuah even lari lintas alam (trail running) bertajuk "Run with View", di Kantor Pusat Perum Jasa Tirta I, Kota Malang, pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan awak media, perwakilan komunitas lari, mitra sponsor, serta para pemangku kepentingan bidang pengelolaan sumber daya air dan pariwisata.

Peluncuran Selorejo Run Challenge 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi korporasi BUMN bidang sumber daya air itu untuk menggabungkan unsur olahraga prestasi, promosi destinasi wisata bendungan, serta gerakan kolektif pelestarian lingkungan. Even ini juga dirangkai sebagai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mengusung slogan kuat: "JEJAK: Jaga Ekosistem, Jaga Air Kita".
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, yang diwakili oleh Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum, Ivania Aestrianingsih, menyampaikan bahwa Selorejo Run Challenge 2026 merupakan kelanjutan kesuksesan Wonorejo Run Challenge pada 2025. Menurutnya, even ini dirancang untuk menanamkan kesadaran bahwa kawasan Waduk Selorejo bukan sekadar bendungan penyimpan air, melainkan bagian dari ekosistem vital yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
Baca Juga : Mendikdasmen Buka MPLS Ramah 2026 di Malang, Tegaskan Sekolah Wajib Bebas Perpeloncoan
"Kami di PJT I menyadari bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal ketersediaan air, tetapi juga bagaimana menjaga kawasan tangkapan air tetap lestari. Selorejo Run Challenge kami kemas sebagai wahana edukasi terbuka. Ketika peserta berlari menyusuri jalur perkebunan dan hutan di sekitar waduk, mereka secara tidak langsung diajak melihat langsung kondisi riil daerah aliran sungai dan pentingnya vegetasi dalam menjaga siklus hidrologi," ujar Ivania dalam sambutannya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa even ini juga menjadi ajang promosi pariwisata bendungan yang dikelola PJT I. "Kami ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa bendungan tidak hanya berfungsi teknis untuk irigasi dan PLTA, tetapi juga dapat menjadi destinasi wisata edukasi berbasis alam. Dengan hadirnya sport tourism seperti ini, kami berharap terjadi peningkatan kunjungan yang berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar, khususnya di Kecamatan Ngantang," tambahnya.
Selorejo Run Challenge 2026 akan diselenggarakan pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, bertempat di kawasan Waduk Selorejo, Desa Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Panitia menyiapkan dua kategori jarak tempuh guna mengakomodasi pelari dari berbagai tingkatan kemampuan.

Kategori pertama adalah jarak 17 kilometer dengan total tanjakan kumulatif (elevation gain) mencapai 542 meter dan batas waktu penyelesaian (cut off time) selama 5 jam. Kategori ini diperuntukkan bagi pelari berpengalaman yang ingin menguji ketahanan fisik serta kemampuan navigasi medan berbukit.
Kategori kedua adalah jarak 8 kilometer dengan elevation gain sekitar 239 meter dan cut off time 2,5 jam. Kategori ini dibuka bagi pelari pemula hingga menengah yang tetap ingin merasakan sensasi trail running tanpa harus terburu-buru menghadapi medan ekstrem.
Baca Juga : Pick Up Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Malang, Empat Orang Terluka
Kedua rute akan melintasi panorama eksotis berupa hamparan luas permukaan waduk, lereng perbukitan hijau, jalur perkebunan warga, serta kawasan hutan lindung yang masih asri. Panitia juga telah memasang pos-pos bantuan, titik air minum, dan tim medis di sepanjang lintasan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta.
Berdasarkan data yang dihimpun panitia, hingga konferensi pers berlangsung, pendaftaran telah mencapai sekitar 60 persen dari target 1.000 peserta. Pendaftaran masih dibuka hingga 20 Juli 2026 melalui kanal resmi media sosial @selorejorun serta laman pendaftaran di gelar.in/event/selorejorun/. Panitia mengimbau masyarakat dan komunitas lari untuk segera mendaftar mengingat kuota terbatas dan antusiasme yang terus meningkat dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan dari luar provinsi.
Perwakilan komunitas trail running Malang yang hadir dalam konferensi pers menyambut positif penyelenggaraan ini. Mereka menilai Selorejo Run Challenge menawarkan kombinasi medan yang menantang namun tetap aman, serta nilai tambah berupa pengalaman berlari di tengah pemandangan alam yang jarang ditemukan di even lari perkotaan.
Baca Juga : Jadi Primadona, Intip Koleksi Jadul Galery Bangho di Festival Malang Tempo Doeloe 2026

PJT I menegaskan bahwa Selorejo Run Challenge 2026 tidak mungkin terselenggara tanpa kolaborasi kuat dengan Pemerintah Kabupaten Malang, TNI/Polri, Dinas Pariwisata, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Ngantang. Even ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal melalui penginapan, kuliner, dan jasa pemandu wisata yang akan terserap selama hari pelaksanaan.
Selain itu, sebagai bagian dari kampanye lingkungan, panitia menerapkan kebijakan zero waste dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menyediakan gelas isi ulang, serta mewajibkan peserta membawa botol minum pribadi. Sampah organik dan anorganik di sepanjang rute juga akan dikelola melalui kerja sama dengan bank sampah setempat.
Baca Juga : Di Balik Pintu Kamar Kos: Drama Pembunuhan dengan 20 Adegan Terungkap
Ivania mengakhiri konferensi pers dengan ajakan kolektif. "Kami percaya bahwa air adalah milik bersama. Tugas menjaga ekosistem air tidak boleh dibebankan hanya kepada PJT I atau pemerintah semata. Butuh peran aktif dari setiap elemen masyarakat. Melalui Selorejo Run Challenge 2026, kami ingin setiap langkah peserta menjadi simbol komitmen untuk terus menjaga air kita, mulai dari hulu hingga hilir," pungkasnya.
Dengan segala persiapan yang telah dimatangkan, PJT I optimistis Selorejo Run Challenge 2026 akan menjadi even tahunan yang dinantikan, sekaligus menjadi percontohan bagaimana sebuah ajang olahraga dapat menjadi wahana pelestarian lingkungan dan penggerak perekonomian berbasis kearifan lokal.(Ali)
Editor : JTV Malang



















